Kamis, 10 April 2014
SURAT RIAU
UNTUK INDONESIA
Dear Yth. Presiden RI bapak
Susilo Bambang Yudhoyono ( yang sebentar lagi akan habis masa jabatannya
)
Riau, dari sini bahasa
indonesia berasal, bahasa yang pernah membuat nusantara satu.
Titik api disekitar kami
bukanlah simbol kemarahan Allah swt. Tapi ini semua simbol keserahkahan dan
bukti ketidak buktian negara, bukti kepohangan jakarta terhadap daerah.
Bapak mau ke sini sekarang?
Bandara disana ditutup pak,
lagian anak sekolah tak ada yang menyambut bapak, sekolah di liburkan.
Mau menempuh jalan darat?
Bahaya pak! Asap tebal tidak
bagus buat kesehatan bapak dan ibu ani, lagian juga tidak bagus untuk objek
foto instagram. Biarkan saja seperti ini, agar riau bisa menjadi lahan sawit
dan bisa ditanami tanaman industri.
Biarkan saja seperti ini,
kami ikhlas mati pelan-pelan karena ISPA, karena ketidak berdayaan kami di
daerah. Kami pasrah, mungkin ini kehendak Allah.
Bagi saudara & saudari di
daerah lainnya, kami sangat berterima kasih atas do’a nya yang selalu kalian
panjatkan. Mohon maaf jika asap Riau mengganggu kalian, jika kita tak sempat
bertatap muka, Semoga kita bertemu di surga nanti.
Berita di salah satu station
TV di indonesia mengatakan “pekan baru
sudah tidak layak huni lagi karna Cuma 5 % udara yang bersih yang bisa
dihirup.”
Kami mau ngungsi di Riau gak
bisa…
gk ada penerbangan karena
bandar pada tutup karena Asap…
kami hanya bisa pasrah…
Mohon selalu sertakan do’a
buat kami di Riau..
PRAY FOR RIAU…
Pemerintah pusat tidak peduli lagi
dengan kami…
6
juta rakyat Riau terancam terkena kanker paru-paru terutama anak-anak,
sepertinya lebih peduli pada pesawat jatuh dari pada nasib 6 juta rakyat Riau…
padahal Riau salah satu penyumbang devisa terbesar negara.
Hanya
begini nasib kami…
Tolong
sebarkan di facebook atau BBM atau apa lah!
Soalnya
media TV dan Koran tidak banyak memberitakan.. terlalu sibuk dengan pesawat
malaysia yang jatuh.. Biar semakin banyak yang mendoakan.. hanya do’a yang bisa
diharapkan.. SEBELUM RAKYAT RIAU MATI PELAN-PELAN DISINI..!

0 komentar:
Posting Komentar